Scroll untuk baca artikel
Top banner Example 325x300
BeritaBisnis

Dollar As Merangkak Naik Menjelang Pidato Powell

68
×

Dollar As Merangkak Naik Menjelang Pidato Powell

Share this article
Example 468x60
HFANEWS.COM – Dolar AS kembali naik di awal perdagangan Eropa hari Rabu (08/11), menguat jelang pidato penting dari Ketua Fed Jerome Powell di sesi ini.

Pukul 14.20 WIB, Indeks dollar as, yang melacak greenback terhadap enam mata uang lainnya, naik 0,2% ke 105,587, rebound dari level terendah dua bulan di 104,84 yang terlihat di awal pekan ini.

Indeks dolar saat ini berada di jalur penguatan mingguan, membalikkan penurunan besar minggu lalu, setelah sejumlah pembicara Federal Reserve membuka peluang untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut guna memerangi inflasi.

Example 300x600

Greenback telah mengalami penurunan mingguan paling tajam sejak pertengahan Juli minggu lalu setelah Federal Reserve memberikan sinyal dovish tentang kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut tahun ini

Traders kini menantikan pidato dari kepala Fed Jerome Powell di sesi ini untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan bank sentral di masa depan.

“Pengetatan kondisi keuangan pada pertengahan Oktober mendorong komentar seperti ‘term premium melakukan pengetatan’,” kata analis di ING, dalam sebuah catatan. “Sekarang setelah kondisi keuangan ini telah sepenuhnya membalikkan lonjakan di bulan Oktober, the Fed mungkin ingin menekankan kembali risiko kenaikan suku bunga lebih lanjut.”

Baca : Arab Mengecam tindakan Israel Menyerang Gaza Tanpa Henti

EUR/USD turun 0,2% di 1,0677, menjelang rilis data retail sales zona euro untuk bulan September, yang diperkirakan akan menunjukkan penurunan tahunan sebesar 3,1%, imbas konsumen terus kesulitan.

Data hari Selasa menunjukkan produksi industri Jerman turun lebih besar dari estimasi pada bulan September, yang semakin menggambarkan prospek pertumbuhan yang semakin suram di zona euro.

Namun, Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan hari Rabu bahwa ECB harus mempertahankan suku bunga deposito utamanya mendekati rekor tertinggi 4% sepanjang tahun depan untuk memadamkan tekanan harga.

Baca : Majelis Ulama Indonesia (MUI) Mengeluarkan Fatwa Dukungan terhadap Palestina

“Cerita euro terlihat lemah dan EUR/USD hanya akan rally jika cerita AS cukup lemah untuk memicu beberapa bullish flattening yang jelas dari kurva yields AS. Skenario tersebut terlihat terlalu dini,” tambah ING.

GBP/USD turun 0,2% menjadi 1,2275, mundur lebih jauh dari level tertinggi tujuh minggu di 1,2428 yang dicapai di awal minggu.

Poundsterling telah turun oleh komentar dari Kepala Ekonom Bank of England Pil Huw, yang menyatakan bahwa ekspektasi pemangkasan suku bunga mulai musim panas mendatang terlihat masuk akal.

AUD/USD naik 0,1% ke 0,6443. Aussie membuat sedikit pemulihan setelah turun 0,8% pada sesi sebelumnya, penurunan harian terbesar dalam sekitar satu bulan, setelah Reserve Bank of Australia mengurangi bias pengetatan untuk membuatnya lebih bersyarat terkait data ekonomi yang masuk.

USD/JPY naik 0,2% menjadi 150,69, tetap berada di atas level kunci 150. Traders waspada menunggu potensi intervensi oleh pemerintah Jepang untuk menopang yen.USD/CNY diperdagangkan sebagian besar flat di 7,2790, dengan traders menunggu rilis data Inflasi China terbaru, yang akan dirilis hari Kamis. (HFAN/DVD)

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *