Scroll untuk baca artikel
Top banner Example 325x300
Bisnis

Inflasi Terkendali, Kepala Ekonom Bank Mandiri Prediksi Rupiah Berpotensi Mencapai Kisaran Level Rp14.800-Rp14.900 per Dolar AS

141
×

Inflasi Terkendali, Kepala Ekonom Bank Mandiri Prediksi Rupiah Berpotensi Mencapai Kisaran Level Rp14.800-Rp14.900 per Dolar AS

Share this article
Rupiah diperkirakan berpotensi mencapai kisaran level Rp14.800-Rp14.900 per Dolar AS pada akhir 2023, sejalan dengan fundamental ekonomi domestik yang tetap kuat.
Example 468x60

HFANEWS.COM – Kepala Ekonom Bank Mandiri (BMRI) Andry Asmoro mengatakan bahwa fundamental yang kuat dapat tercermin dari inflasi yang terkendali, dukungan aliran modal masuk, dan suku bunga acuan yang tetap pada level 5,75 persen pada tahun ini.

Andry memprediksi nilai tukar rupiah diperkirakan berpotensi mencapai kisaran level Rp14.800-Rp14.900 per Dolar AS pada akhir 2023, sejalan dengan fundamental ekonomi domestik yang tetap kuat.

Example 300x600

Selain itu, inflasi dan defisit fiskal juga kembali dalam target lebih cepat dari perkiraan, stabilitas keuangan yang terjaga, serta tren penurunan rasio utang pemerintah. “Peringkat positif ini dapat menjadi faktor positif tambahan bagi pasar obligasi domestik,” katanya, Rabu (26/7/2023).

Kondisi tersebut, tambah dia, akan memberikan dampak positif bagi pasar obligasi. Peningkatan outlook Indonesia menjadi positif dari sebelumnya stabil oleh Pemeringkat Rating and Investment Information, Inc. (R&I) pada 25 Juli 2023 kata Andry turut menjadi faktor positif tambahan bagi pasar obligasi domestik.

Baca Juga: https://kabarsolusi.com/soal-evaluasi-besar-insentif-kendaraan-listrik-akan-dibahas-secepatnya-sejumlah-kementerian-dan-lembaga/

Selain meningkatkan outlook, R&I juga mempertahankan peringkat RI pada BBB+. Keputusan tersebut mempertimbangkan kinerja ekonomi domestik yang tetap kuat dan ketahanan ekonomi yang terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Andry mengatakan, per 21 Juli 2023, kepemilikan asing pada obligasi pemerintah sebesar Rp853,2 triliun atau 15,6 persen dari total outstanding. Lebih lanjut, tercatat aliran modal masuk atau net inflow sebesar Rp6,3 triliun secara month-to-date atau Rp91 triliun year-to-date.

“Kami memperkirakan yield obligasi acuan dengan tenor 10 tahun akan ditutup di level 6,2 persen pada akhir 2023, dengan nilai tukar rupiah stabil di kisaran Rp14.800-Rp14.900 per dolar AS,” jelasnya. (HFAN/Arum)

 

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *