Scroll untuk baca artikel
Top banner Example 325x300
Hukum

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Menyoroti Kasus KDRT yang Dialami Dokter Qory

64
×

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Menyoroti Kasus KDRT yang Dialami Dokter Qory

Share this article
Example 468x60

HFANEWS.COM – Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah bentuk kejahatan yang membuat korbannya terjebak dalam lingkaran setan. Terlebih jika hal itu terjadi dalam suatu hubungan romansa dan rumah tangga. Mayoritas korban dari kekerasan ini adalah perempuan. Seperti yang dialami Dokter Qory asal Cibinong, Kabupaten Bogor.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyoroti kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami oleh Dokter Qory asal Cibinong, Kabupaten Bogor tersebut.

Example 300x600

Ia sebelumnya dilaporkan pergi dari rumah oleh suaminya, telah ditemukan. Saat ini, wanita yang tengah hamil 6 bulan itu berada di Polres Bogor.

Atensi itu diketahui dari Sekpri Kapolri Kombes Ahrie Sonta melalui akun X (Twitter) resminya @ahriesonta.

“Kita sdh ikuti Perkembangannya. Hari ini bu qori sdh di Polres @PolresBogor,” cuit Ahrie Sonta sebagaimana dilansir, Jakarta, Jumat (17/11/2023).

Dalam hal ini, Dokter Qory asal Cibinong, Kabupaten Bogor yang sebelumnya dilaporkan pergi dari rumah oleh suaminya telah ditemukan. Saat ini, wanita yang tengah hamil 6 bulan itu berada di Polres Bogor.

Baca Juga: Kapolri Harap Sikap Nasionalisme para Pahlawan dapat Diwarisi Generasi Penerus

“Di Polres, sudah diambil keterangan. Alhamdulillah sehat walafiat,” kata Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Teguh Kumara.

Kata dia, Qory memang sengaja melarikan diri dari rumahnya. Dokter itu pun pergi dan mendatangi Dinas P2TP2A guna meminta perlindungan.

“Memang melarikan diri yang bersangkutan, tapi datang ke Dinas P2TP2A minta perlindungan. Kemarin (dari rumah) ke dinas itu,” ungkapnya.

Asal tahu saja, Menurut catatan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) ada sebanyak 25.050 perempuan menjadi korban kekerasan di Indonesia sepanjang 2022. Jumlah tersebut meningkat 15,2 persen dari tahun sebelumnya sebanyak 21.753 kasus.

Kekerasan rumah tangga menjadi kasus yang paling banyak terjadi dan mencapai 18.138 korban. Itu sebabnya, banyak kisah yang mengangkat fenomena ini untuk meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan bagi masyarakat Indonesia, khususnya perempuan. (HFAN/Arum)

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *