Scroll untuk baca artikel
Top banner Example 325x300
Ekonomi

Respon Kasus SLB, Sri Mulyani: Bea Cukai Terus Lakukan Perbaikan Layanan

25
×

Respon Kasus SLB, Sri Mulyani: Bea Cukai Terus Lakukan Perbaikan Layanan

Share this article
Example 468x60

KABARSOLUSI.COM – Terkait kasus ditahannya alat belajar sekolah luar biasa (SLB) yang viral di media sosial X, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan kepada Bea Cukai untuk terus melakukan perbaikan layanan dan proaktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kebijakan-kebijakan dari berbagai kementerian dan lembaga (K/L) yang harus dilaksanakan oleh Bea Cukai sesuai mandat UU.

Dia juga meminta kepada Bea Cukai untuk bekerja sama dengan para stakeholders terkait agar dalam pelayanan dan penanganan masalah di lapangan dapat berjalan cepat, tepat, efektif sehingga memberikan kepastian kepada masyarakat.

Example 300x600

“Saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah dan terus membantu memberikan masukan maupun dukungan lain agar pelayanan dan kinerja Bea Cukai dan Kemenkeu terus membaik,” tutur Sri Mulyani, dikutip melalui unggahannya di akun Instagram @smindrawati, Minggu (28/4/2024).

Terkait hal itu, Sri Mulyani menyampaikan bahwa pengiriman barang untuk SLB diberitahukan sebagai barang kiriman oleh perusahaan jasa titipan (PJT) pada 18 Desember 2022.

Namun, proses pengurusan barang kiriman tersebut tidak dilanjutkan oleh yang bersangkutan dan tanpa keterangan apa pun. Oleh karena itu, barang tersebut ditetapkan sebagai barang tidak dikuasai (BTD).

Baca Juga: Sri Mulyani: Pasar Keuangan Dimestik Terdampak Ketikdakpastian Global

“Belakangan di medsos Twitter/X baru diketahui bahwa ternyata barang kiriman tersebut merupakan barang hibah sehingga Bea Cukai akan membantu dengan mekanisme fasilitas pembebasan fiskal atas nama dinas pendidikan terkait,” katanya,

Pada saat yang sama, Sri Mulyani juga merespons terkait pengiriman sepatu dan auction figure (robotic), yang keduanya terdapat keluhan mengenai pengenaan bea masuk dan pajak.

Dia menjelaskan, dalam dua kasus tersebut, ditemukan indikasi bahwa harga yang diberitahukan oleh PJT lebih rendah dari yang sebenarnya (under invoicing).

Oleh karenanya, petugas Bea Cukai melakukan koreksi untuk keperluan penghitungan bea masuk dan pajak atas kedua barang kiriman tersebut.

“Namun masalah ini sudah selesai karena bea masuk dan pajaknya telah dilakukan pembayaran, sehingga barangnya pun sudah diterima oleh penerima barang,” jelas Sri Mulyani. (KS/Arum)

 

 

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *