Scroll untuk baca artikel
Top banner Example 325x300
Industri

Hilirisasi Industri Jadi Aspek yang Dibutuhkan Negara Berkembang

80
×

Hilirisasi Industri Jadi Aspek yang Dibutuhkan Negara Berkembang

Share this article
Example 468x60

HFANEWS.COM – Hilirisasi dianggap sebagai jurus untuk rantai pasok global yang lebih resilien. Maka itu, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan hilirisasi industri menjadi aspek yang dibutuhkan negara berkembang untuk melakukan lompatan ekonomi.

“Jalan menuju resiliensi terletak pada desentralisasi dan diversifikasi rantai pasok global. Di saat yang sama, hilirisasi mendorong diversifikasi sistem rantai pasok global,” ujar Zulhas dalam Outreach Session Pertemuan Para Menteri Perdagangan G7 di Osaka, dikutip Minggu (29/10/2023).

Example 300x600

Zulhas menegaskan kepada negara G7 bahwa membangun rantai pasok adalah upaya yang inklusif. Keterlibatan sektor publik dan swasta, serta organisasi internasional dalam inovasi maupun kolaborasi menjadi kunci

Sektor swasta dianggap perlu aktif memanfaatkan berbagai peluang untuk tumbuh dengan menjalin kemitraan yang kuat dengan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Kolaborasi berbagai pihak diperlukan dalam memobilisasi sumber daya, jaringan, teknologi dan keahlian untuk membangun lingkungan dan kebijakan perdagangan yang suportif.

Baca Juga: Tentara Israel Lari Ketakutan Dirudal Hamas

Dalam tiga tahun belakangan, kata Zulhas, terhambatnya dan kekurangannya pasokan telah menunjukkan kerentanan dalam sistem pengelolaan rantai pasok. Apalagi kondisi saat ini diiringi dengan masifnya konflik geopolitik yang meningkatkan fenomena fragmentasi perdagangan dan tindakan unilateralisme.

“Saya yakin bahwa membiarkan fragmentasi perdagangan menjadi kebijakan yang lebih luas akan menyebabkan kemunduran perdagangan yang merugikan dan tidak efektif,” tuturnya.

“Saya yakin, kita membutuhkan dukungan yang kuat dari sektor swasta untuk memitigasi risiko dan akibat fragmentasi rantai pasok global,” ucapnya.

Lebih lanjut, Zulhas menyebut agar perspektif kerja sama kelompok negara “Global North” (utara) dan “Global South” (selatan) perlu didefinisikan lagi berdasarkan kemitraan yang saling menguntungkan, tanpa diskriminasi dan tanpa standar ganda.

“Kelompok negara Global North dan Global South dapat bekerja sama secara konstruktif dalam upaya ini,” kata Zulhas. (HFAN/Arum)

 

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *