Scroll untuk baca artikel
Top banner Example 325x300
Opini

Memulai Bisnis Digital Bagi Pemula

220
×

Memulai Bisnis Digital Bagi Pemula

Share this article
Example 468x60

Oleh: Dr. Hardi Fardiansyah, SE.,SH.,MH

HFANEWS.COM – Indonesia memiliki potensi yang besar dalam ekonomi digital dan momentum Keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2023 juga menjadikan ekonomi digital sebagai isu prioritas.

Example 300x600

Potensi ekonomi digital Indonesia juga didukung dengan potensi kawasan ASEAN yang diperkirakan memiliki nilai ekonomi digital yang meningkat menjadi US$ 330 miliar pada tahun 2025, dan kemudian meroket hingga US$ 1 triliun pada tahun 2030, yang mana sepertiganya berasal dari Indonesia.

Angka tersebut bahkan akan meningkat dengan adanya Digital Economic Agreement Framework (DEFA).

DEFA secara resmi akan diluncurkan September nanti dan putaran pertama perundingan tersebut akan dilaksanakan pada akhir tahun 2023 dan ditargetkan selesai pada 2025.

DEFA akan membuka babak baru dalam integrasi ekonomi digital regional. Dengan adanya perjanjian ini diharapkan akan menarik investasi, mendorong inovasi, meningkatkan produktivitas, menciptakan lapangan kerja yang berkualitas serta memberdayakan sektor UMKM. Nah, bagaimana memulai bisnis digital di era digital ini?

Baca Juga: Terima Kunjungan Ganjar, Boediono: Kami Bahas Ekonomi dan Pembangunan

Untuk memulai bisnis digital yang perlu dilakukan para pebisnis pemula, ada beberapa langkah yang bisa kamu ikuti:

Yang pertama adalah tentukan jenis bisnis yang ingin kamu jalankan: Pilihlah jenis bisnis yang sesuai dengan minat dan keahlianmu. Misalnya, apakah kamu ingin menjual produk fisik, menyediakan jasa, atau membuat konten digital.

Kedua, lakukan riset pasar: Kenali target pasar dan pesaingmu. Pelajari kebutuhan dan preferensi konsumen potensial, serta cari tahu apa yang sudah ada di pasaran dan bagaimana kamu bisa membedakan bisnismu.

Ketiga, buat rencana bisnis: Tulis rencana bisnis yang mencakup tujuan, strategi pemasaran, analisis keuangan, dan langkah-langkah yang akan kamu ambil untuk mencapai kesuksesan.

Keempat, bangun kehadiran online: Buatlah website atau toko online untuk bisnismu. Pastikan tampilan dan fungsi website menarik dan mudah digunakan. Selain itu, manfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk atau layananmu.

Kelima, Perhatikan branding: Buatlah brand yang kuat dan konsisten. Pilihlah nama bisnis yang mudah diingat, desain logo yang menarik, dan tone of voice yang sesuai dengan target pasar.

Keenam atur sistem pembayaran dan pengiriman: Pastikan kamu memiliki metode pembayaran yang aman dan nyaman bagi pelanggan. Selain itu, pertimbangkan juga sistem pengiriman yang efisien.

Ketuju, lakukan pemasaran digital: Gunakan strategi pemasaran digital seperti SEO, iklan online, konten marketing, dan media sosial untuk meningkatkan visibilitas dan menarik pelanggan baru.

Kedelapan,  Pantau dan evaluasi: Selalu pantau kinerja bisnismu dan evaluasi strategi yang telah kamu terapkan. Lakukan perubahan jika diperlukan untuk meningkatkan hasil.

Ingatlah bahwa memulai bisnis digital membutuhkan waktu, usaha, dan ketekunan. Tetaplah konsisten dan terus belajar agar bisnismu berkembang.

Baca Juga: OJK Soroti Sejumlah Permasalahan Pinjol, Regulator Melihat Tantangan Bisnis Pinjol ke Depan

Ada hal lain yang perlu diketahui adalah menentukan target pasar untuk bisnis digital merupakan langkah penting dalam strategi pemasaran. Berikut adalah beberapa cara untuk menentukan target pasar:

Pertama, kamu lakukan Amanalisis demografis: Pertimbangkan faktor seperti usia, jenis kelamin, lokasi geografis, pendapatan, dan status perkawinan dari calon pelanggan. Informasi ini dapat membantu kamu memahami karakteristik demografis yang paling mungkin tertarik dengan produk atau layananmu.

Kedua, penelitian pasar: Lakukan riset tentang pasar potensial untuk bisnismu. Carilah data dan informasi tentang tren industri, kebutuhan dan preferensi konsumen, serta pesaing yang ada. Dengan memahami pasar secara menyeluruh, kamu dapat mengidentifikasi segmen pasar yang paling menjanjikan.

Ketiga, analisis perilaku: Perhatikan perilaku konsumen terkait dengan produk atau layanan yang kamu tawarkan. Apakah mereka sering melakukan pembelian online? Apakah mereka aktif di media sosial? Apakah mereka lebih suka produk yang ramah lingkungan? Dengan memahami perilaku konsumen, kamu dapat menyesuaikan strategi pemasaranmu.

Keempat, membuat persona pembeli: Buat profil fiktif yang mewakili karakteristik dan preferensi calon pelangganmu. Berikan nama, usia, pekerjaan, minat, dan tantangan yang mereka hadapi. Hal ini dapat membantu kamu dalam memvisualisasikan target pasar dan menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif.

Kelima, menggunakan data internal: Jika kamu sudah memiliki bisnis yang berjalan, analisis data internal seperti data penjualan, data pelanggan, dan umpan balik pelanggan dapat memberikan wawasan berharga tentang siapa target pasar yang sudah ada dan apa yang mereka butuhkan.

Keenam, menggunakan alat analitik digital: Manfaatkan alat analitik digital seperti Google Analytics atau platform media sosial untuk mempelajari perilaku pengguna, demografi, minat, dan preferensi mereka. Data ini dapat membantu kamu memahami audiensmu dengan lebih baik. Setelah itu buatlah persona pembeli dalam strategi pemasaran.

Apa itu persona pembeli dalam strategi pemasaran dan mengapa hal itu penting?

Persona pembeli adalah representasi fiktif dari karakteristik, preferensi, dan perilaku calon pelanggan yang diidentifikasi dalam strategi pemasaran. Persona pembeli membantu dalam memahami audiens target secara lebih mendalam dan memungkinkan kamu untuk menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa persona pembeli penting dalam strategi pemasaran:

1. Memahami target pasar dengan lebih baik: Dengan menciptakan persona pembeli, kamu dapat menggambarkan secara detail siapa calon pelangganmu. Hal ini membantu kamu memahami kebutuhan, keinginan, dan tantangan yang mereka hadapi. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang target pasar, kamu dapat menyusun pesan pemasaran yang lebih relevan dan menarik bagi mereka.

2. Mengarahkan pengambilan keputusan: Persona pembeli membantu dalam mengarahkan pengambilan keputusan pemasaran. Ketika kamu memiliki pemahaman yang jelas tentang siapa target pasar yang ingin kamu capai, kamu dapat membuat keputusan strategis yang lebih baik terkait dengan produk, harga, promosi, dan distribusi. Hal ini membantu kamu mengalokasikan sumber daya dengan lebih efisien dan mencapai hasil yang lebih baik.

3. Membantu dalam penyesuaian pesan pemasaran: Setiap persona pembeli memiliki karakteristik dan preferensi yang berbeda. Dengan memahami persona pembeli, kamu dapat menyesuaikan pesan pemasaranmu agar lebih relevan dan menarik bagi setiap segmen pasar. Hal ini membantu meningkatkan daya tarik kampanye pemasaran dan membangun hubungan yang lebih baik dengan calon pelanggan.

4. Memandu pengembangan produk: Persona pembeli dapat memberikan wawasan berharga dalam pengembangan produk atau layanan baru. Dengan memahami kebutuhan dan keinginan target pasar, kamu dapat mengarahkan pengembangan produk agar sesuai dengan preferensi mereka. Hal ini membantu kamu menciptakan produk yang lebih relevan dan memenuhi harapan pelanggan.

5. Membantu dalam penargetan iklan dan promosi: Dengan memahami persona pembeli, kamu dapat mengarahkan iklan dan promosi kamu kepada audiens yang paling mungkin tertarik dengan produk atau layananmu. Hal ini membantu meningkatkan efektivitas kampanye pemasaran dan mengoptimalkan pengeluaran iklan.

Dengan memahami persona pembeli, kamu dapat mengarahkan upaya pemasaranmu secara lebih efektif dan meningkatkan peluang kesuksesan bisnis digitalmu. Jadi, penting untuk mengidentifikasi dan memahami persona pembeli dalam strategi pemasaranmu.

Lalu apa yang harus dilakukan jika persona pembeli tidak sesuai dengan produk atau layanan yang ditawarkan?

Jika persona pembeli yang telah kamu buat tidak sesuai dengan produk atau layanan yang ditawarkan, ada beberapa langkah yang bisa kamu ambil:

1. Tinjau kembali persona pembeli: Periksa kembali data dan informasi yang kamu gunakan untuk membuat persona pembeli. Mungkin ada kesalahan atau asumsi yang tidak akurat. Tinjau kembali karakteristik demografis, preferensi, dan perilaku yang telah kamu tentukan. Jika ada perubahan yang perlu dilakukan, lakukan penyesuaian agar persona pembeli lebih sesuai dengan target pasar yang sebenarnya.

2. Lakukan riset pasar tambahan: Jika persona pembeli awal tidak sesuai, lakukan riset pasar tambahan untuk memperoleh data yang lebih akurat. Temui calon pelanggan potensial, lakukan wawancara, survei, atau observasi untuk mendapatkan wawasan yang lebih mendalam tentang kebutuhan dan preferensi mereka. Gunakan data ini untuk memperbarui persona pembeli yang lebih sesuai.

3. Evaluasi produk atau layanan: Tinjau kembali produk atau layanan yang kamu tawarkan. Apakah ada aspek yang perlu disesuaikan atau ditingkatkan agar lebih cocok dengan persona pembeli yang diinginkan? Mungkin kamu perlu melakukan penyesuaian pada fitur, harga, kualitas, atau pengemasan produk. Pastikan produk atau layananmu sesuai dengan kebutuhan dan preferensi target pasar yang sebenarnya.

4. Ubah strategi pemasaran: Jika persona pembeli tidak sesuai dengan produk atau layanan yang kamu tawarkan, kamu mungkin perlu mengubah strategi pemasaran. Fokuskan upaya pemasaran pada segmen pasar yang lebih relevan dengan produk atau layananmu. Sesuaikan pesan pemasaran, kanal promosi, dan taktik yang digunakan agar lebih sesuai dengan target pasar yang sebenarnya.

5. Terus pantau dan evaluasi: Setelah melakukan perubahan, pantau dan evaluasi hasilnya. Amati apakah perubahan yang kamu lakukan memberikan hasil yang lebih baik. Jika tidak, kamu mungkin perlu melakukan penyesuaian lebih lanjut. Jangan takut untuk mencoba pendekatan baru dan terus belajar dari pengalaman.

Baca Juga: Pasar mobil listrik di dunia diperkirakan akan semakin memanas pada tahun 2026

Penting untuk selalu beradaptasi dengan kebutuhan dan preferensi target pasar yang sebenarnya. Dengan melakukan penyesuaian yang tepat, kamu dapat meningkatkan peluang kesuksesan bisnis digitalmu.

Bagaimana cara mengevaluasi dan memperbarui persona pembeli agar sesuai dengan target pasar yang sebenarnya?

Untuk mengevaluasi dan memperbarui persona pembeli agar sesuai dengan target pasar yang sebenarnya, kamu dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

1. Tinjau data dan informasi yang ada: Periksa kembali data dan informasi yang telah kamu gunakan untuk membuat persona pembeli awal. Tinjau kembali hasil riset pasar, data pelanggan, dan umpan balik yang telah kamu peroleh. Pastikan data yang digunakan akurat dan relevan.

2. Lakukan riset pasar tambahan: Jika persona pembeli awal tidak sesuai dengan target pasar yang sebenarnya, lakukan riset pasar tambahan. Temui calon pelanggan potensial, lakukan wawancara, survei, atau observasi untuk memperoleh wawasan yang lebih mendalam tentang karakteristik, preferensi, dan perilaku mereka. Gunakan data baru ini untuk memperbarui persona pembeli.

3. Analisis data baru: Setelah memperoleh data baru, analisis data tersebut dengan cermat. Identifikasi pola, tren, dan wawasan baru yang muncul. Perhatikan perbedaan antara persona pembeli awal dan data baru yang kamu peroleh. Apakah ada perubahan yang signifikan dalam karakteristik atau preferensi target pasar?

4. Sesuaikan karakteristik persona pembeli: Berdasarkan analisis data baru, sesuaikan karakteristik persona pembeli yang telah kamu buat. Perbarui informasi demografis seperti usia, jenis kelamin, lokasi geografis, pendapatan, dan status perkawinan. Juga, perhatikan perubahan dalam preferensi, minat, dan perilaku yang terungkap dari data baru.

5. Perbarui pesan pemasaran: Gunakan wawasan baru yang kamu peroleh untuk memperbarui pesan pemasaranmu. Sesuaikan pesan agar lebih relevan dan menarik bagi target pasar yang sebenarnya. Fokuskan pada manfaat produk atau layanan yang paling penting bagi mereka.

6. Terus pantau dan evaluasi: Setelah memperbarui persona pembeli, terus pantau dan evaluasi hasilnya. Amati apakah perubahan yang kamu lakukan memberikan hasil yang lebih baik. Jika tidak, kamu mungkin perlu melakukan penyesuaian lebih lanjut. Jangan takut untuk mencoba pendekatan baru dan terus belajar dari pengalaman.

Perlu diingat bahwa persona pembeli tidak statis dan dapat berubah seiring waktu. Teruslah melakukan riset pasar dan evaluasi secara berkala untuk memastikan persona pembeli tetap relevan dengan target pasar yang sebenarnya.

Apa yang harus dilakukan jika data yang diperoleh dari riset pasar tambahan tidak sesuai dengan persona pembeli awal?

Jika data yang diperoleh dari riset pasar tambahan tidak sesuai dengan persona pembeli awal, ada beberapa langkah yang bisa kamu ambil:

1. Tinjau kembali persona pembeli awal: Periksa kembali persona pembeli awal yang telah kamu buat. Tinjau informasi yang telah kamu kumpulkan dan analisis yang telah kamu lakukan. Mungkin ada kesalahan atau asumsi yang tidak akurat dalam pembuatan persona pembeli awal. Tinjau kembali karakteristik, preferensi, dan perilaku yang telah kamu tentukan.

2. Evaluasi data tambahan secara kritis: Tinjau data tambahan yang kamu peroleh dari riset pasar tambahan dengan cermat. Evaluasi keandalan dan relevansi data tersebut. Pastikan data yang kamu gunakan berasal dari sumber yang terpercaya dan mewakili target pasar yang sebenarnya. Jika data tambahan tersebut masih tidak sesuai dengan persona pembeli awal, kamu perlu mempertimbangkan kemungkinan adanya perubahan dalam target pasar atau penyesuaian dalam persona pembeli.

3. Lakukan riset pasar lebih lanjut: Jika data tambahan masih tidak sesuai dengan persona pembeli awal, lakukan riset pasar lebih lanjut. Temui calon pelanggan potensial, lakukan wawancara, survei, atau observasi untuk memperoleh wawasan yang lebih mendalam tentang karakteristik, preferensi, dan perilaku mereka. Gunakan data baru ini untuk memperbarui persona pembeli.

4. Perbarui persona pembeli: Berdasarkan data tambahan dan hasil riset pasar lebih lanjut, perbarui persona pembeli. Sesuaikan karakteristik, preferensi, dan perilaku dalam persona pembeli agar lebih sesuai dengan target pasar yang sebenarnya. Pastikan persona pembeli yang baru mencerminkan informasi yang paling akurat dan relevan.

5. Sesuaikan strategi pemasaran: Setelah memperbarui persona pembeli, sesuaikan strategi pemasaranmu. Perhatikan perbedaan dalam karakteristik dan preferensi target pasar yang baru terungkap. Ubah pesan pemasaran, kanal promosi, dan taktik yang digunakan agar lebih sesuai dengan target pasar yang sebenarnya.

6. Terus pantau dan evaluasi: Setelah melakukan perubahan, terus pantau dan evaluasi hasilnya. Amati apakah perubahan yang kamu lakukan memberikan hasil yang lebih baik. Jika tidak, kamu mungkin perlu melakukan penyesuaian lebih lanjut. Jangan takut untuk mencoba pendekatan baru dan terus belajar dari pengalaman.

Penting untuk selalu beradaptasi dengan perubahan dalam target pasar dan memperbarui persona pembeli sesuai kebutuhan. Dengan melakukan penyesuaian yang tepat, kamu dapat meningkatkan peluang kesuksesan bisnis digitalmu.

Baca Juga: Menteri Keuangan Sri Mulyani Menyinggung Soal Belanja APBN

Bagaimana cara mengevaluasi keandalan dan relevansi data tambahan yang diperoleh dari riset pasar tambahan?

Untuk mengevaluasi keandalan dan relevansi data tambahan yang diperoleh dari riset pasar tambahan, kamu dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

1. Sumber data: Periksa sumber data yang kamu gunakan. Pastikan sumber tersebut terpercaya dan memiliki reputasi yang baik dalam menyediakan informasi yang akurat. Cari tahu apakah sumber data tersebut memiliki kredibilitas dan pengalaman yang relevan dalam industri atau pasar yang kamu tuju.

2. Metode pengumpulan data: Tinjau metode yang digunakan dalam pengumpulan data. Periksa apakah metode tersebut valid dan dapat diandalkan. Metode yang baik biasanya melibatkan sampel yang representatif, pertanyaan yang jelas, dan teknik pengumpulan data yang objektif.

3. Ukuran sampel: Perhatikan ukuran sampel yang digunakan dalam riset pasar tambahan. Semakin besar ukuran sampel, semakin dapat diandalkan data yang diperoleh. Pastikan ukuran sampel yang digunakan mencakup variasi yang cukup dalam karakteristik dan preferensi target pasar yang kamu tuju.

4. Konsistensi data: Tinjau konsistensi data yang diperoleh dari riset pasar tambahan dengan data lain yang sudah ada. Perhatikan apakah data tersebut konsisten dengan temuan atau tren yang ada sebelumnya. Jika ada perbedaan yang signifikan, perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk memahami penyebabnya.

5. Validasi data: Lakukan validasi data dengan menggunakan lebih dari satu sumber atau metode pengumpulan data. Jika data yang diperoleh dari riset pasar tambahan konsisten dengan data dari sumber atau metode lain, maka dapat dianggap lebih valid dan dapat diandalkan.

6. Pertimbangkan konteks: Selalu pertimbangkan konteks di balik data yang diperoleh. Tinjau apakah data tersebut relevan dengan tujuan riset pasar dan persona pembeli yang ingin kamu identifikasi. Pertimbangkan juga apakah data tersebut mencerminkan kondisi pasar saat ini atau memiliki kebaruan yang relevan.

7. Konsultasikan dengan ahli: Jika kamu masih meragukan keandalan atau relevansi data tambahan, konsultasikan dengan ahli atau profesional yang berpengalaman dalam bidang riset pasar. Mereka dapat membantu kamu mengevaluasi data dengan lebih mendalam dan memberikan wawasan yang berharga.

Dengan melakukan evaluasi yang cermat, kamu dapat memastikan keandalan dan relevansi data tambahan yang diperoleh dari riset pasar tambahan. Hal ini akan membantu kamu dalam membuat keputusan yang lebih baik dalam strategi pemasaran dan pengembangan bisnis.

Penulis adalah motivator, pebisnis, pakar ekonomi dan hukum

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *