Scroll untuk baca artikel
Top banner Example 325x300
Nasional

Pekerja Kecewa Terima THR Lebaran 2024, Ternyata Ini Biang Keroknya

18
×

Pekerja Kecewa Terima THR Lebaran 2024, Ternyata Ini Biang Keroknya

Share this article
Foto ilustrasi
Example 468x60

KABARSOLUSI.COM – Banyak pekerja terkejut lihat nominal Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran tahun ini apa biang keroknya. Biang keroknya adalah skema baru penghitungan dan pemungutan pajak penghasilan (PPh) yang diterapkan sejak Januari 2024.

Seorang pekerja e-commerce yang namanya disamarkan, Dila mengaku kaget melihat besaran THR.

Example 300x600

Padahal bila di luar THR dan tunjangan lembur, Dila selalu mendapat penghasilan kotor sebesar Rp12,8 juta per bulan, termasuk gaji pokok senilai Rp11 juta.

“Ini udah THR-an. Serius, kok segini?” tanya Dila, dikutip dari BBC Indonesia, Minggu (31/3/2024).

Setelah dipotong PPh serta iuran BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, angka bersihnya kira-kira Rp11,6 juta. Ini menggunakan perhitungan PPh dengan asumsi Dila tidak pernah lembur dan menggunakan fasilitas asuransi dan kesehatan (benefit in kinds).

Pada Maret, Dila mendapat THR senilai satu bulan gaji pokok dan tunjangan lembur hingga Rp2,1 juta. Karena itu penghasilan kotornya mencapai sekitar Rp26 juta. Namun, angka bersih yang masuk ke rekeningnya hanya Rp22,1 juta.

Di luar potongan untuk iuran BPJS, PPh-nya saja menyentuh Rp3,4 juta.

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmi Tetapkan Aturan Baru Soal THR dan Gaji ke-13

“Pajak THR tahun ini kayak diam-diam menghanyutkan. Enggak ikhlas,” kata Dila.

Dirinya juga bersimpati dengan sejumlah teman sekantornya, yang menurutnya langsung murung begitu melihat rekening. Apalagi beberapa di antaranya adalah bagian dari

“generasi sandwich” yang harus menanggung hidup diri sendiri, orang tua atau saudara, serta anaknya.

Dugaan Dila, ada rencana-rencana keuangan yang tak bisa mereka jalankan karena besaran THR tak sesuai harapan.

“Memang privilese paling gede adalah masih belum jadi ‘generasi sandwich’,” kata Dila.

Tak hanya Dila, banyak orang lain mengalami hal ini.

Di media sosial X, misalnya, banyak warganet yang terkejut dan komplain karena potongan pajaknya dirasa begitu besar.

Ada yang mengatakan potongan pajaknya pada bulan Maret lebih tinggi dari upah minimum regional (UMR) Jakarta. Ada yang bilang potongan pajaknya bisa untuk jatah makan sebulan. Ada yang tidak rela karena pajaknya bisa jadi diselewengkan

“THR sekecil ini berkelahi dengan pajak,” kata akun @ryuveli di X.(KS/Arum)

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *